<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Peluang Bisnis</title>
	<atom:link href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id</link>
	<description>Bisnis Masa Kini: Mencari Uang Lewat Internet, Manfaatkan Peluang Usaha Mencari Uang Lewat Internet Untuk Menghasilkan Uang Dari Internet.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Nov 2008 01:47:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Panduan Belajar Marketiva Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/panduan-belajar-marketiva-bahasa-indonesia.html</link>
		<comments>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/panduan-belajar-marketiva-bahasa-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 00:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peluangbisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Marketiva]]></category>
		<category><![CDATA[Marketiva Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Panduan Marketiva]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis dan Belajar Forex Trading Valas Online tanpa Modal Sepeserpun di Marketiva! Free Bonus $5 Saat Registrasi, Legal, No Commission Fee, No Overnight]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Bisnis dan Belajar Forex Trading Valas Online tanpa Modal Sepeserpun di <a title="Belajar Valas di www marketiva com" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a>! Free Bonus $5 Saat Registrasi, Legal, No Commission Fee, No Overnight, No Interest, Spread 2, Trading Bisa Hanya dengan Modal $1, Deposit dan Withdrawl dengan LibertyReserve, Wire Transfer, e-bullion, e-dinar, dan webmoney. Ayo Manfaatkan Peluang Bisnis www <a title="Belajar Valas di www marketiva com" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a> Forex Trading Valas Online untuk Mencari Uang di Internet. Ayo Belajar Trading Valas Online di <a title="Belajar Valas di www marketiva com" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a> com, Semua Serba Gratis!</p>
<p style="text-align: left;">Real Forex Trading Valas Online tanpa Modal Sepeserpun di www <a title="Belajar Valas di www marketiva com" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a> com</p>
<p style="text-align: left;">FOREX TRADING (Valas Trading) adalah perdagangan mata uang asing atau biasa disebut valuta asing. Perdagangan mata uang asing (valuta asing) merupakan pasar terbesar di dunia diukur berdasarkan nilai total transaksi. Hasil survei BIS (Bank International for Settlement  atau ank sentralnya bank-bank sentral seluruh dunia) yang dilakukan pada akhir tahun 2004, menemukan fakta bahwa nilai transaksi perdagangan valuta asing mencapai USD 1,900miliar per hari. Dengan demikian, prospek investasi di perdagangan forex adalah sangat bagus dilihat dari segi liquiditas.<br />
<span id="more-219"></span>Perdagangan valuta asing (forex trading valas) berjalan selama 24 jam, berputar mulai dari pasar New Zaeland &amp; Australia yang berlangsung pukul 05.00–14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang &amp; Singapura yang berlangsung pukul 07.00–16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman &amp; Inggris yang berlangsung pukul 13.00–22.00, sampai ke pasar Amerika yang berlangsung pukul 20.30–10.30. Dalam perkembangan sejarahnya, bank sentral milik negara-negara dengan cadangan mata uang asing yang besar sekalipun dapat dikalahkan oleh kekuatan pasar forex/valas yang bebas.</p>
<p style="text-align: left;">Forex trading (valas trading/perdagangan valuta asing) saat ini sudah sangat mudah untuk dilakukan oleh siapapun dan dari manapun. Dengan modal komputer yang tersambung ke internet, kita sudah bisa melakukan forex trading (valas trading) secara online baik dari rumah, kantor, warnet, dan darimana saja yang penting ada fasilitas sambungan internet. Dengan mendaftar di <a title="Belajar Valas di www marketiva com" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a>, Anda tidak perlu lagi memikirkan modal untuk melakukan forex trading (valas trading), begitu daftar langsung bisa langsung trading karena Anda mendapatkan bonus selamat datang $5 real money untuk live trading dan $10,000 virtual money untuk simulasi dengan kondisi pasar yang sesungguhnya. Belajar secara online forex trading (valas trading) dengan metoda belajar sambil praktek akan membuat Anda lebih cepat memahami segala hal tentang forex trading (valas trading).</p>
<p style="text-align: left;">Transaksi real maupun belajar Forex Trading (valas trading/jual beli valuta asing) di <a title="Belajar Valas di www marketiva com" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a> adalah pilihan terbaik bagi para calon trader dalam mengembangkan ilmu, maupun bagi trader profesional dalam bertransaksi forex trading (valas trading/jual beli mata uang asing).</p>
<p style="text-align: left;">KEUNGGULAN</p>
<p style="text-align: left;"><a title="Belajar Valas di www marketiva com" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a> menyediakan layanan over-the-counter market making pada Forex dan Funds; memberikan bonus awal $5, sehingga anda dapat segera memulai trading tanpa harus melakukan deposit dengan uang anda; trading dengan 1% margin; zero-interest pada semua posisi open; tidak ada komisi trading; virtual dan live desk dalam satu account; variabel spread standar industri; berita-berita terbaru, alert pada peristiwa pasar, saluran chating, support 24 jam, alat charting yang paling canggih dan mudah digunakan; dan pengalaman forex trading online yang terbaik!</p>
<div class='bookmarkify'><a name='bookmarkify'></a><div class='title' title='Use these links to share this page with others'>Bookmark Artikel:</div><div class='linkbuttons'><a href='http://del.icio.us/post?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/panduan-belajar-marketiva-bahasa-indonesia.html&amp;title=Panduan Belajar Marketiva Bahasa Indonesia' title='Save to del.icio.us' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[del.icio.us] ' /></a> <a href='http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/panduan-belajar-marketiva-bahasa-indonesia.html&amp;title=Panduan Belajar Marketiva Bahasa Indonesia' title='Digg It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Digg] ' /></a> <a href='http://faves.com/Authoring.aspx?u=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/panduan-belajar-marketiva-bahasa-indonesia.html&amp;t=Panduan Belajar Marketiva Bahasa Indonesia' title='Save to Faves' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/faves.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Faves] ' /></a> <a href='http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/panduan-belajar-marketiva-bahasa-indonesia.html&amp;title=Panduan Belajar Marketiva Bahasa Indonesia' title='Stumble It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[StumbleUpon] ' /></a> <a href='http://technorati.com/faves?add=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/panduan-belajar-marketiva-bahasa-indonesia.html' title='Add to my Technorati Favorites' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Technorati] ' /></a> <a href='http://twitter.com/home/?status=Panduan Belajar Marketiva Bahasa Indonesia+http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/panduan-belajar-marketiva-bahasa-indonesia.html' title='Save to Twitter' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Twitter] ' /></a>  <a title='See more bookmark and sharing options...' href='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/panduan-belajar-marketiva-bahasa-indonesia.html#bookmarkify' rel='nofollow'><small>More&nbsp;&raquo;</small></a></div></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/panduan-belajar-marketiva-bahasa-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih ISP dan Koneksi Internet yang Bagus Untuk Streamster Marketiva</title>
		<link>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html</link>
		<comments>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 03:49:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peluangbisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Marketiva]]></category>
		<category><![CDATA[Marketiva]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang agak mengesalkan trading di marketiva adalah koneksi yang sering putus putus. Seringkali kita menyalahkan marketiva untuk hal ini, padahal harus introspeksi juga loh, sebenarnya server marketiva atau koneksi kita yang bermasalah. Kalau server marketiva yang bermasalah, mengapa hanya sedikit orang saja yang mengeluhkan koneksi yang lambat, dan umumnya berasal dari indonesia yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="justify;">Satu hal yang agak mengesalkan trading di marketiva adalah koneksi yang sering putus putus. Seringkali kita menyalahkan marketiva untuk hal ini, padahal harus introspeksi juga loh, sebenarnya server marketiva atau koneksi kita yang bermasalah. Kalau server marketiva yang bermasalah, mengapa hanya sedikit orang saja yang mengeluhkan koneksi yang lambat, dan umumnya berasal dari indonesia yang notabene koneksi internetnya tidaklah secepat negara negara di eropa yang bisa 10 MBPS atau bahkan lebih dan sangat stabil.</p>
<p style="justify;"><span id="more-218"></span></p>
<p style="justify;">Dari pengalaman saya bertrading dari tahun 2005, saya pernah pakai banyak sekali ISP, diantaranya Indonet, Telkom Speedy, Starone, Fren, dan terakhir 3.5G IndosatM2. Dari koneksi tersebut di atas, terus terang tidak ada yang lancar terus 24 jam, pasti ada waktu tidak stabilnya.</p>
<p style="justify;">Kebutuhan koneksi untuk akses streamster kelihatannya memang berbeda dengan meta trader, dari pengataman saya streamster membutuhkan koneksi yang stabil. Sebenarnya dengan kecepatan akses 128kbps yang stabil, maka streamster akan lancar lancar saja. Oleh karenanya harus pintar2 mencari koneksi  yang baik, lancar, dan murah <img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="justify;">Untuk koneksi speedy masih saya pertahankan sampai saat ini, meskipun bisa dibilang tidak stabil khususnya di daerah saya. Koneksi stabil speedy hanya bisa didapatkan pada saat pagi habis subuh, sampai kira kira jam 9:00 WIB saatnya karyawan pada masuk kantor. Kalau sudah jam sibuk, sulit sekali mendapatkan akses speedy yang stabil. Padahal koneksi jenis kabel harusnya memberikan kecepatan yang lumayan stabil, tapi karena mungkin sudah banyak pelanggan, jadi akses musti dibagi bagi yang ujung ujungnya mengakibatkan turunnya kecepatan akses.</p>
<p style="justify;">Untuk koneksi Starone sudah lama saya tinggalkan, karena signal di tempat saya tidak bisa full, paling dapet 2-3 bar. Pengaruhnya koneksi jadi tidak stabil, tapi kata teman saya yang tinggal dekat tower, koneksinya cukup stabil meski lagi lagi tidak bisa diharapkan selalu lancar 24 jam.</p>
<p style="justify;">Untuk fren, saya menggunakan HP nokia sebagai modem, dan hasilnya tidak maksimal meskipun signal dapat penuh. Saya tidak tahu kondisi di tempat lain, jadi tidak bisa comment lebih jauh yah&#8230;</p>
<p style="justify;">Terakhir, mulai November 2008 ini saya menggunakan Broom yaitu 3.5G dari Indosat, pada awal awal saya pakai koneksi sangat bagus. Pada waktu itu belum ada paket unlimted seperti sekarang ini, tapi sejak diluncurkannya paket Broom Unlimited, koneksi jadi drop jauh. Kadang sudah susah banget untuk koneksi streamster.</p>
<p style="justify;">So, kalau semua koneksi pada gak stabil, gimana ya? Kan repot kalau tradingnya suka ditongkrongin!</p>
<p style="justify;">Ya begitulah keadaan koneksi internet di Indonesia, namanya juga murah meriah, tentu sebanding antara harga dengan kualitas. Namun begitu saya memiliki tips dan trik dalam menyiasati koneksi ini, diantaranya:</p>
<p style="justify;">1. Selalulah trading menggunakan exit target dan stop loss, jadi meskipun ada gangguan koneksi internet tidak akan berpengaruh pada posisi kita, karena akan otomatis ditutup pada nilai ET dan SL meskipun kita tidak terkoneksi dengan streamster.</p>
<p style="justify;">2. Pastikan memiliki lebih dari satu koneksi internet, saat ini aku pakai Speedy dan 3.5G Indosat. Tujuannya, apabila satu koneksi sedang ngedrop, kita bisa segera pindah ke koneksi yang, sehingga kita bisa terus update dengan kondisi di pasar.</p>
<p style="justify;">Ada tambahan? Sampaikan di comments yah&#8230;</p>
<div class='bookmarkify'><a name='bookmarkify'></a><div class='title' title='Use these links to share this page with others'>Bookmark Artikel:</div><div class='linkbuttons'><a href='http://del.icio.us/post?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html&amp;title=Memilih ISP dan Koneksi Internet yang Bagus Untuk Streamster Marketiva' title='Save to del.icio.us' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[del.icio.us] ' /></a> <a href='http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html&amp;title=Memilih ISP dan Koneksi Internet yang Bagus Untuk Streamster Marketiva' title='Digg It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Digg] ' /></a> <a href='http://faves.com/Authoring.aspx?u=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html&amp;t=Memilih ISP dan Koneksi Internet yang Bagus Untuk Streamster Marketiva' title='Save to Faves' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/faves.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Faves] ' /></a> <a href='http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html&amp;title=Memilih ISP dan Koneksi Internet yang Bagus Untuk Streamster Marketiva' title='Stumble It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[StumbleUpon] ' /></a> <a href='http://technorati.com/faves?add=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html' title='Add to my Technorati Favorites' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Technorati] ' /></a> <a href='http://twitter.com/home/?status=Memilih ISP dan Koneksi Internet yang Bagus Untuk Streamster Marketiva+http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html' title='Save to Twitter' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Twitter] ' /></a>  <a title='See more bookmark and sharing options...' href='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html#bookmarkify' rel='nofollow'><small>More&nbsp;&raquo;</small></a></div></div>Incoming search terms for the article: <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html" title="isp untuk koneksi internet">isp untuk koneksi internet</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html" title="koneksi dengan isp">koneksi dengan isp</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html" title="koneksi internet yang stabil">koneksi internet yang stabil</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html" title="koneksi internet yang bagus">koneksi internet yang bagus</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html" title="isp koneksi interner">isp koneksi interner</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html" title="koneksi pada isp">koneksi pada isp</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html" title="koneksi yang ada pada isp">koneksi yang ada pada isp</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html" title="langkah koneksi internet ke isp">langkah koneksi internet ke isp</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html" title="langkah memilih isp">langkah memilih isp</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html" title="marketiva yang bagus">marketiva yang bagus</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/memilih-isp-dan-koneksi-internet-yang-bagus-untuk-streamster-marketiva.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aturan Baru Marketiva Mengenai Stop Loss</title>
		<link>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html</link>
		<comments>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 16:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peluangbisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Marketiva]]></category>
		<category><![CDATA[Marketiva]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Ada aturan baru di marketiva mengenai penggunaan stop loss dan exit target, tapi lebih utamanya ke stop loss atau order dengan type stop. Berikut petikannya:

Harga pasar selalu bergerak dalam pertambahan poin. Acapkali 1 poin, akan tetapi sangat sering harga bisa bergerak 2, 3, 5 poin atau lebih. Pada saat pasar sangat aktif (misalnya pembukaan mingguan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="justify;">Ada aturan baru di marketiva mengenai penggunaan stop loss dan exit target, tapi lebih utamanya ke stop loss atau order dengan type stop. Berikut petikannya:</p>
<blockquote>
<p style="justify;">Harga pasar selalu bergerak dalam pertambahan poin. Acapkali 1 poin, akan tetapi sangat sering harga bisa bergerak 2, 3, 5 poin atau lebih. Pada saat pasar sangat aktif (misalnya pembukaan mingguan, pengumuman berita, peristiwa peristiwa penting) harga instrumen dapat bergerak 50 poin atau lebih hanya dalam satu lompatan, yang bisa sangat mempengaruhi pelaksanaan daripada order anda. Sebagai contoh, apabila suatu harga melompat dari 200.10 ke 200.50 (hanya dalam satu pergerakan 40 poin) dan stop-loss posisi short anda adalah pada 200.20, posisi anda akan ditutup pada harga pasar saat itu yaitu 200.50, yang mana 30 poin lebih buruk dari nilai stop-loss anda. Di sisi lain, apabila exit target posisi long anda adalah 200.20, posisi anda sekali lagi akan ditutup pada harga pasar saat itu yaitu 200.50, yang mana 30 poin lebih baik dari nilai exit target anda.</p>
</blockquote>
<p style="justify;">Jadi mulai saat ini untuk stop loss tidak selalu ditutup tepat pada nilai stop loss yang anda tentukan, tapi tergantung dari keadan harga di pasar, apabila harga melompat maka lompatan pertama yang melewati stop loss itulah yang akan digunakan untuk menutup posisi anda.</p>
<div class='bookmarkify'><a name='bookmarkify'></a><div class='title' title='Use these links to share this page with others'>Bookmark Artikel:</div><div class='linkbuttons'><a href='http://del.icio.us/post?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html&amp;title=Aturan Baru Marketiva Mengenai Stop Loss' title='Save to del.icio.us' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[del.icio.us] ' /></a> <a href='http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html&amp;title=Aturan Baru Marketiva Mengenai Stop Loss' title='Digg It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Digg] ' /></a> <a href='http://faves.com/Authoring.aspx?u=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html&amp;t=Aturan Baru Marketiva Mengenai Stop Loss' title='Save to Faves' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/faves.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Faves] ' /></a> <a href='http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html&amp;title=Aturan Baru Marketiva Mengenai Stop Loss' title='Stumble It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[StumbleUpon] ' /></a> <a href='http://technorati.com/faves?add=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html' title='Add to my Technorati Favorites' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Technorati] ' /></a> <a href='http://twitter.com/home/?status=Aturan Baru Marketiva Mengenai Stop Loss+http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html' title='Save to Twitter' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Twitter] ' /></a>  <a title='See more bookmark and sharing options...' href='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html#bookmarkify' rel='nofollow'><small>More&nbsp;&raquo;</small></a></div></div>Incoming search terms for the article: <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html" title="aturan marketiva">aturan marketiva</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html" title="identifikasi peluang usaha baru">identifikasi peluang usaha baru</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html" title="legalitas marketiva">legalitas marketiva</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html" title="sisi jelek marketiva">sisi jelek marketiva</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html" title="stop loss">stop loss</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/aturan-baru-marketiva-mengenai-stop-loss.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marketiva Buka dan Tutup Jam 05:00 WIB</title>
		<link>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html</link>
		<comments>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 23:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peluangbisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketiva]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Daylight Saving Time atau DST di New York telah berakhir pada hari Minggu, 2 November 2008 kemaren, dengan demikian maka pasar forex akan dibuka mulai pukul 17:00 waktu setempat, atau jam 05:00 WIB. Jangan terkejut ya, karena jam 04:00 WIB biasanya pasar forex sudah buka, tapi mulai sekarang mundur satu jam.
Jadi pembukaan pasar mulai bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Daylight Saving Time atau DST di New York telah berakhir pada hari Minggu, 2 November 2008 kemaren, dengan demikian maka pasar forex akan dibuka mulai pukul 17:00 waktu setempat, atau jam 05:00 WIB. Jangan terkejut ya, karena jam 04:00 WIB biasanya pasar forex sudah buka, tapi mulai sekarang mundur satu jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi pembukaan pasar mulai bulan November 2008 ini adalah hari Senin jam 05:00 WIB dan ditutup pada hari Sabtu jam 05:00 Waktu Indonesia Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk zona waktu selengkapnya bisa anda dapatkan di:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://timeanddate.com/" target="_blank">http://timeanddate.com/</a></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk waktu New York bisa dilihat di:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://timeanddate.com/worldclock/city.html?n=179" target="_blank">http://timeanddate.com/worldclock/city.html?n=179</a></p>
<div class='bookmarkify'><a name='bookmarkify'></a><div class='title' title='Use these links to share this page with others'>Bookmark Artikel:</div><div class='linkbuttons'><a href='http://del.icio.us/post?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html&amp;title=Marketiva Buka dan Tutup Jam 05:00 WIB' title='Save to del.icio.us' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[del.icio.us] ' /></a> <a href='http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html&amp;title=Marketiva Buka dan Tutup Jam 05:00 WIB' title='Digg It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Digg] ' /></a> <a href='http://faves.com/Authoring.aspx?u=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html&amp;t=Marketiva Buka dan Tutup Jam 05:00 WIB' title='Save to Faves' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/faves.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Faves] ' /></a> <a href='http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html&amp;title=Marketiva Buka dan Tutup Jam 05:00 WIB' title='Stumble It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[StumbleUpon] ' /></a> <a href='http://technorati.com/faves?add=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html' title='Add to my Technorati Favorites' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Technorati] ' /></a> <a href='http://twitter.com/home/?status=Marketiva Buka dan Tutup Jam 05:00 WIB+http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html' title='Save to Twitter' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Twitter] ' /></a>  <a title='See more bookmark and sharing options...' href='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html#bookmarkify' rel='nofollow'><small>More&nbsp;&raquo;</small></a></div></div>Incoming search terms for the article: <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html" title="legalitas marketiva">legalitas marketiva</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html" title="marketiva minggu buka">marketiva minggu buka</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html" title="marketiva tutup hari sabtu">marketiva tutup hari sabtu</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/marketiva-buka-dan-tutup-jam-0500-wib.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekarang Marketiva Bisa Deposit dan Withdrawal Dengan Multi Currencies</title>
		<link>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/sekarang-marketiva-bisa-deposit-dan-withdrawal-dengan-multi-currencies.html</link>
		<comments>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/sekarang-marketiva-bisa-deposit-dan-withdrawal-dengan-multi-currencies.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 01:10:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peluangbisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketiva]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Marketiva]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Mulai bulan Oktober 2008 kemaren marketiva sudah menerima deposit menggunakan beberapa mata uang utama di samping USD, jadi sekarang anda bisa deposit menggunakan mata uang EUR, JPY, GBP, CHF, CAD, dan AUD. Begitu juga untuk penarikannya, anda bisa memilih menggunakan mata uang tersebut, tentunya apabila desk anda dalam salah satu mata uang itu juga, maksudnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mulai bulan Oktober 2008 kemaren marketiva sudah menerima deposit menggunakan beberapa mata uang utama di samping USD, jadi sekarang anda bisa deposit menggunakan mata uang EUR, JPY, GBP, CHF, CAD, dan AUD. Begitu juga untuk penarikannya, anda bisa memilih menggunakan mata uang tersebut, tentunya apabila desk anda dalam salah satu mata uang itu juga, maksudnya anda bisa tarik dalam EUR hanya apabila anda memiliki desk yang dinominasikan dalam EUR. Jadi kalau desk anda dalam USD maka anda tidak bisa tarik dalam EUR, hanya bisa tarik USD saja karena tidak ada fasilitas pengkonversian mata uang di dalam marketiva.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi anda yang merasa ngeri dengan mata uang USD, maka sekarang bisa lega karena anda bisa deposit dengan EUR yang nilainya relatif stabil.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat bertrading ya, sukses selalu!</p>
<div class='bookmarkify'><a name='bookmarkify'></a><div class='title' title='Use these links to share this page with others'>Bookmark Artikel:</div><div class='linkbuttons'><a href='http://del.icio.us/post?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/sekarang-marketiva-bisa-deposit-dan-withdrawal-dengan-multi-currencies.html&amp;title=Sekarang Marketiva Bisa Deposit dan Withdrawal Dengan Multi Currencies' title='Save to del.icio.us' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[del.icio.us] ' /></a> <a href='http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/sekarang-marketiva-bisa-deposit-dan-withdrawal-dengan-multi-currencies.html&amp;title=Sekarang Marketiva Bisa Deposit dan Withdrawal Dengan Multi Currencies' title='Digg It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Digg] ' /></a> <a href='http://faves.com/Authoring.aspx?u=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/sekarang-marketiva-bisa-deposit-dan-withdrawal-dengan-multi-currencies.html&amp;t=Sekarang Marketiva Bisa Deposit dan Withdrawal Dengan Multi Currencies' title='Save to Faves' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/faves.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Faves] ' /></a> <a href='http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/sekarang-marketiva-bisa-deposit-dan-withdrawal-dengan-multi-currencies.html&amp;title=Sekarang Marketiva Bisa Deposit dan Withdrawal Dengan Multi Currencies' title='Stumble It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[StumbleUpon] ' /></a> <a href='http://technorati.com/faves?add=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/sekarang-marketiva-bisa-deposit-dan-withdrawal-dengan-multi-currencies.html' title='Add to my Technorati Favorites' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Technorati] ' /></a> <a href='http://twitter.com/home/?status=Sekarang Marketiva Bisa Deposit dan Withdrawal Dengan Multi Currencies+http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/sekarang-marketiva-bisa-deposit-dan-withdrawal-dengan-multi-currencies.html' title='Save to Twitter' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Twitter] ' /></a>  <a title='See more bookmark and sharing options...' href='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/sekarang-marketiva-bisa-deposit-dan-withdrawal-dengan-multi-currencies.html#bookmarkify' rel='nofollow'><small>More&nbsp;&raquo;</small></a></div></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/sekarang-marketiva-bisa-deposit-dan-withdrawal-dengan-multi-currencies.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasehat Warren Buffet utk Pengusaha Muda</title>
		<link>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html</link>
		<comments>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 09:40:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peluangbisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Forex]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan berikut merupakan rangkuman 1 jam wawancara dengan, Investor Legendaris nomor satu di dunia di CNBC. Warren Buffet saat ini adalah orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah Forbes, dengan aset pribadi sebesar $ 62 milyar (setara 619 triliun rupiah!!!),
Buffet sekaligus filantrop / dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih dari $ 31 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tulisan berikut merupakan rangkuman 1 jam wawancara dengan, Investor Legendaris nomor satu di dunia di CNBC. Warren Buffet saat ini adalah orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah Forbes, dengan aset pribadi sebesar $ 62 milyar (setara 619 triliun rupiah!!!),</p>
<p>Buffet sekaligus filantrop / dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih dari $ 31 milyar (sekitar Rp. 300 triliun!!!) dana pribadinya untuk sumbangan-sumbangan.<br />
<span id="more-212"></span>Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun, dan ia sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat</li>
<li>Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun dari hasil tabungannya menjadi loper koran</li>
<li>Dia tetap hidup sederhana dengan gaya hidup yang tidak berubah, memiliki rumah dengan 3 kamar tidur kecil di kota kecil Omaha, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu, Rumahnya tidak memiliki pagar.</li>
<li>Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun bodyguard di dekatnya</li>
<li>Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia</li>
<li>Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan. Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut, memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya. Ia tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut, ia hanya memberikan 2 buah peraturan: 1) Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik saham; 2) Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1</li>
<li>Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya. Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn, dan menonton TV</li>
<li>Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia, tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya kesamaan yang mereka miliki, namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat agenda untuk bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit. Namun meeting tersebut justru berlangsung selama 10 jam, Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.</li>
<li>Buffet tidak pernah membawa hanphone, maupun PC/laptop di mejanya,</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
Nasehatnya untuk Anak Muda:</p>
<p>Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa menciptakan UANG</li>
<li>Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri. Yang penting diri Anda NYAMAN</li>
<li>Jangan lakukan apa yang orang lain katakan. Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda merasa nyaman (feel good)</li>
<li>Jangan membeli barang karena merknya. Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.</li>
<li>Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang tidak penting. Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang benar-benar Anda perlukan.</li>
<li>Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda. Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan orang lain kesempatan untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, &amp; Anda bahagia.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
VERSI INGGRIS</p>
<p>There was a one hour interview on CNBC with<br />
Warren Buffet, the richest man who has donated $31 billion to charity.</p>
<p>Here are some very interesting aspects of his life:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>He bought his first share of stock at age 11 and he now regrets that he started too late!</li>
<li>He bought a small farm at age 14 with savings from delivering newspapers.</li>
<li>He still lives in the same, small 3-bedroom house in midtown Omaha that he bought after he got married 50 years ago. He says that he has everything he needs in that house. His house does not have a wall or a fence.</li>
<li>He drives his own car everywhere and does not have a driver or security people around him.</li>
<li>He never travels by private jet, although he owns the world&#8217;s largest private jet company.</li>
<li>His company, Berkshire Hathaway, owns 63 companies. He writes only one letter each year to the CEOs of these companies, giving them goals for the year. He never holds meetings or calls them on a regular basis. He has given his CEO&#8217;s only two rules. 1) Rule number 1: Do not lose any of your shareholder&#8217;s money; 2) Rule number 2: Do not forget rule number 1.</li>
<li>He does not socialize with the high society crowd. His pastime after he gets home is to make himself some popcorn and watch television.</li>
<li>Bill Gates, the world&#8217;s richest man, met him for the first time only 5 years ago. Bill Gates did not think he had anything in common with Warren Buffet. So, he had scheduled his meeting only for half hour. But when Gates met him, the meeting lasted for ten hours and Bill Gates became a devotee of Warren Buffet.</li>
<li>Warren Buffet does not carry a cell phone, nor has a computer on his desk.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">His advice to young entrepreneurs:<br />
Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Money doesn&#8217;t create man, but it is the man who created money.</li>
<li>Live your life as simple as you are.</li>
<li>Don&#8217;t do what others say. Just listen to them, but do what makes you feel good.</li>
<li>Don&#8217;t go on brand name. Wear those things in which you feel comfortable.</li>
<li>Don&#8217;t waste your money on unnecessary things. Spend on those who really are in need.</li>
<li>After all, it&#8217;s your life. Why give others the chance to rule your life?</li>
</ol>
<p><em>Sumber: <a href="http://www.fjbku.com/forum-oot/4269-true-story-warren-buffet.html" target="_blank">http://www.fjbku.com</a></em></p>
<div class='bookmarkify'><a name='bookmarkify'></a><div class='title' title='Use these links to share this page with others'>Bookmark Artikel:</div><div class='linkbuttons'><a href='http://del.icio.us/post?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html&amp;title=Nasehat Warren Buffet utk Pengusaha Muda' title='Save to del.icio.us' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[del.icio.us] ' /></a> <a href='http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html&amp;title=Nasehat Warren Buffet utk Pengusaha Muda' title='Digg It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Digg] ' /></a> <a href='http://faves.com/Authoring.aspx?u=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html&amp;t=Nasehat Warren Buffet utk Pengusaha Muda' title='Save to Faves' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/faves.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Faves] ' /></a> <a href='http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html&amp;title=Nasehat Warren Buffet utk Pengusaha Muda' title='Stumble It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[StumbleUpon] ' /></a> <a href='http://technorati.com/faves?add=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html' title='Add to my Technorati Favorites' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Technorati] ' /></a> <a href='http://twitter.com/home/?status=Nasehat Warren Buffet utk Pengusaha Muda+http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html' title='Save to Twitter' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Twitter] ' /></a>  <a title='See more bookmark and sharing options...' href='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html#bookmarkify' rel='nofollow'><small>More&nbsp;&raquo;</small></a></div></div>Incoming search terms for the article: <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html" title="masa kecil warren buffet">masa kecil warren buffet</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html" title="nasehat buat pengusaha muda">nasehat buat pengusaha muda</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html" title="pengusaha muda sumbang usaha kecil">pengusaha muda sumbang usaha kecil</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/nasehat-warren-buffet-utk-pengusaha-muda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Museumkan Kemiskinan</title>
		<link>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html</link>
		<comments>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 22:59:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peluangbisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Marketiva Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian,
Saya yakin kita bisa menciptakan dunia yang bebas dari kemiskinan, karena kemiskinan tidak dibikin oleh rakyat miskin. Kemiskinan diciptakan dan dilestarikan oleh sistem sosial-ekonomi yang kita rancang sendiri; pranata-pranata dan konsep-konsep yang menyusun sistem itu; kebijakan-kebijakan yang kita terapkan.
Kemiskinan tercipta karena kita membangun kerangka teoretis berdasarkan asumsi-asumsi yang merendahkan kapasitas manusia, dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian,<br />
Saya yakin kita bisa menciptakan dunia yang bebas dari kemiskinan, karena kemiskinan tidak dibikin oleh rakyat miskin. Kemiskinan diciptakan dan dilestarikan oleh sistem sosial-ekonomi yang kita rancang sendiri; pranata-pranata dan konsep-konsep yang menyusun sistem itu; kebijakan-kebijakan yang kita terapkan.</p>
<p><span id="more-293"></span>Kemiskinan tercipta karena kita membangun kerangka teoretis berdasarkan asumsi-asumsi yang merendahkan kapasitas manusia, dengan merancang konsep-konsep yang terlampau sempit (seperti konsep bisnis, kelayakan kredit, kewirausahaan, lapangan kerja) atau mengembangkan lembaga-lembaga yang belum matang (Seperti lembaga-lembaga keuangan yang tidak mengikutsertakan kaum miskin). Kemiskinan disebabkan oleh kegagalan pada tataran konseptual, dan bukan kurangnya kapabilitas di pihak rakyat.</p>
<p>Saya percaya sepenuh hati bahwa kita bisa menciptakan dunia yang bebas-kemiskinan bila secara kolektif kita mempercayainya. Dalam dunia yang bebas-kemiskinan, tempat satu-satunya Anda bisa melihat kemiskinan adalah di museum-museum kemiskinan. Ketika anak-anak sekolah berkunjung ke museum-museum kemis+kinan itu, mereka akan ngeri melihat kesengsaraan dan kehinadinaan yang harus dilalui sebagian umat manusia. Mereka akan menyalahkan leluhurnya karena mentolerir kondisi yang tidak manusiawi yang sudah berlangsung begitu lama atas begitu banyak orang ini.</p>
<p>Seorang manusia lahir di dunia ini dengan bekal penuh bukan hanya untuk mengurusi dirinya sendiri saja, tetapi juga turut menyumbangkan upaya untuk memperluas kesejahteraan dunia secara keseluruhan. Ada yang punya peluang untuk menggali potensi mereka sampai takaran tertentu, tapi banyak lainnya yang tak pernah mendapat kesempatan apapun seumur hidupnya untuk menguak bakat-bakat menakjubkan yang hadir bersama kelahirannya. Mereka mati tanpa pernah tergali dan dunia tak pernah merasakan kreativitas dan sumbangsih mereka.</p>
<p>Grameen telah memberi saya keyakinan tak tergoyahkan mengenai kreativitas manusia. Hal ini telah membuat saya meyakini bahwa manusia tidaklah terlahir untuk menderita sengsara akibat kelaparan dan kemiskinan.</p>
<p>Bagi saya orang miskin itu seperti pohon bonsai. Manakala Anda menanam bibit terbaik dari pohon tertinggi dalam pot kembang, Anda pun mendapat replika dan pohon tertinggi itu, namun tingginya hanya sekian inci. Tak ada yang salah dengan bibit yang Anda tanam, hanya lahannya saja yang sama sekali tidak memadai. Orang miskin itu orang bonsai. Tak ada yang salah dengan bibitnya. Sederhana saja, masyarakat tak pernah memberi mereka lahan untuk bertumbuh kembang. Yang diperlukan untuk membuat masyarakat miskin keluar dari kemiskinan adalah menciptakan lingkungan yang memberdayakan mereka. Begitu kaum miskin bisa melejitkan energi dan kreativitas mereka, kemiskinan akan lenyap dengan cepat.</p>
<p>Mari kita bergandeng tangan untuk memberi setiap makhluk manusia kesempatan yang adil untuk melejitkan energi dan kreativitas mereka.</p>
<p>Bapak dan ibu sekalian, Akan saya sudahi dengan menyatakan penghormatan saya yang mendalam kepada Komite Nobel Norwegia karena mengakui bahwa masyarakat miskin, khususnya kaum perempuan miskin, mempunyai potensi sekaligus hak untuk menjalani hidup dengan layak, dan bahwa pembiayaan mikro bisa turut melejitkan potensi itu.</p>
<p>Saya percaya bahwa penghargaan yang Anda berikan pada kami ini akan mengilhami lebih banyak lagi inisiatif berani di seluruh dunia untuk membuat gebrakan bersejarah dalam mengakhiri kemiskinan global.<br />
Terima kasih.<br />
<em><br />
(Pidato Muhammad Yunus, Saat Menerima Hadiah NOBEL Perdamaian 2006.  Terima kasih kepada R.Kintoko yang telah mengirimkan artikel ini kepada saya. Salam Suksesmulia. Jamil Azzaini)</em>
</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: <a title="jamil.niriah.com" href="http://jamil.niriah.com/2008/10/14/kita-museumkan-kemiskinan/#comment-712" target="_blank">jamil.niriah.com</a></p>
<div class='bookmarkify'><a name='bookmarkify'></a><div class='title' title='Use these links to share this page with others'>Bookmark Artikel:</div><div class='linkbuttons'><a href='http://del.icio.us/post?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html&amp;title=Mari Kita Museumkan Kemiskinan' title='Save to del.icio.us' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[del.icio.us] ' /></a> <a href='http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html&amp;title=Mari Kita Museumkan Kemiskinan' title='Digg It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Digg] ' /></a> <a href='http://faves.com/Authoring.aspx?u=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html&amp;t=Mari Kita Museumkan Kemiskinan' title='Save to Faves' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/faves.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Faves] ' /></a> <a href='http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html&amp;title=Mari Kita Museumkan Kemiskinan' title='Stumble It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[StumbleUpon] ' /></a> <a href='http://technorati.com/faves?add=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html' title='Add to my Technorati Favorites' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Technorati] ' /></a> <a href='http://twitter.com/home/?status=Mari Kita Museumkan Kemiskinan+http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html' title='Save to Twitter' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Twitter] ' /></a>  <a title='See more bookmark and sharing options...' href='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html#bookmarkify' rel='nofollow'><small>More&nbsp;&raquo;</small></a></div></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinamika Pasar, Krisis, Keputusan BI Menaikkan Suku Bunga</title>
		<link>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html</link>
		<comments>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 23:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peluangbisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Valas Online]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Forex]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Ketika bank-bank sentral dunia bersama-sama menurunkan tingkat suku bunga, BI malah menaikkan suku bunga. Mengapa?
Mungkin BI punya 3 tujuan:
1. Mempertahankan rupiah,
2. Memberikan sinyal ke pelaku pasar bahwa kondisi Indonesia tidak seperti kondisi negara2 lain yang terimbas krisis keuangan, krisis kredit dan krisis kepercayaan sehingga Indonesia tidak perlu ikut menurunkan suku bunga,
3. Mengurangi laju inflasi.. (penjelasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika bank-bank sentral dunia bersama-sama menurunkan tingkat suku bunga, BI malah menaikkan suku bunga. Mengapa?</p>
<p>Mungkin BI punya 3 tujuan:</p>
<p>1. Mempertahankan rupiah,<br />
2. Memberikan sinyal ke pelaku pasar bahwa kondisi Indonesia tidak seperti kondisi negara2 lain yang terimbas krisis keuangan, krisis kredit dan krisis kepercayaan sehingga Indonesia tidak perlu ikut menurunkan suku bunga,<br />
3. Mengurangi laju inflasi.. (penjelasan standar)</p>
<p>Dalam kondisi normal, Bank Sentral menggunakan instrumen suku bunga untuk menstabilkan harga (menahan laju inflasi). Menaikkan suku bunga secara tidak langsung akan mengurangi jumlah uang yang beredar di pasar melalui dua mekanisme: memberikan insentif kepada orang untuk menabung dan mengurangi permintaan orang untuk mengambil kredit. Karena jumlah uang yang beredar berkurang, otomatis “nilai uang” bertambah sehingga “nilai barang” secara relatif menurun, dan harga barang2 pun menurun… sehingga laju inflasi bisa ditahan. Demikian juga sebaliknya dengan penurunan suku bunga.</p>
<p>Kira2 teori ekonominya seperti itu..</p>
<p>Tapi pasar finansial jauuuh lebih kompleks dari itu.. Indonesia tidak berdiri sendiri. Indonesia tidak menutup laju keluar masuknya modal dari dan ke luar negeri. Oleh karena itu, Indonesia merupakan satu titik dari jejaring pasar kapitalisme global.<br />
<span id="more-211"></span>Bisa juga dibayangkan bahwa jejaring kapitalisme ini terdiri dari titik2, di mana tiap titik merupakan investor (bukan negara). Jaring-jaring terhubung antar titik melalui interaksi antar investor. Interaksi ini bisa dalam beberapa bentuk.</p>
<p>Salah satu bentuk interaksi yang berpengaruh adalah interaksi kredit di mana satu investor meminjamkan modal kepada investor lain. Dari interaksi ini terbentuklah “jaringan kredit”. Bayangkanlah modal ini sebagai darah kapitalisme. Memberikan kredit sama dengan memberikan darah kapitalisme.</p>
<p>Interaksi lain yang cukup penting adalah interaksi melalui “cross-holding”, di mana jaring2 terbentuk dari kesamaan aset yang dipegang. Dari interaksi ini terbentuklah “jaringan kepemilikan aset”.</p>
<p>Ada bentuk jaringan lain yang menghubungkan aset, bukan menghubungkan investor, yaitu kesamaan faktor yang mempengaruhi sumber pendapatan suatu aset tersebut. Misalnya, sumber pendapatan bank kira2 bakal sama dengan bank2 lainnya. Demikian juga sumber pendapatan penjual kelontong kira2 bakal sama dengan penjual kelontong tetangganya. Sebut saja “jaringan ekonomi”.</p>
<p>Jaringan2 baru akan terus muncul, diciptakan, dan dibuang sesuai dengan adaptasi kebudayaan manusia.. Mana yang terbukti menguntungkan bertahan hidup, yang lain, dibuang.. Misalnya, munculnya jaringan melalui produk2 derivatif membuat jejaring kapitalisme semakin kompleks.</p>
<p>Dalam jejaring kapitalisme ini, hanya ada satu hukum yang saya yakin selalu benar: setiap investor (agents) bertindak untuk kepentingannya sendiri. Semua agents ingin survive and prosper dalam jejaring ini.</p>
<p>Bila kita melihat pasar sebagai jejaring kapitalisme, mungkin kita akan lebih bisa memahami dinamika pasar dengan pikiran lebih terbuka. Satu hal yang sangat penting dari cara pandang ini adalah melihat pasar sebagai suatu sistem kompleks yang adaptive (http://www.trojanmice.com/articles/complexadaptivesystems.htm). Banyak properti dari sistem seperti ini yang menarik untuk dipelajari.. Misalnya, tidak ada individu/institusi yang bisa mengatur2 bagaimana seharusnya pasar berlaku. Bahkan The Fed (Bank Sentral AS) ataupun investor terbesar di dunia tidak akan bisa mendikte bagaimana pasar akan bertindak.. Semua yang kita lihat di permukaan (misalnya turun2nya harga2) adalah hasil dari interaksi jutaan agents yang bertindak untuk kepentingannya sendiri2.. It is a bottom up system.. no central authority.</p>
<p>Dalam kondisi normal, jejaring kapitalisme ini sangatlah efisien dalam banyak hal. Ia efisien dalam memproses semua informasi yang relevan dengan sangat cepat dan akurat (misalnya betting markets). Ia juga sangat efisien dalam mengalokasikan modal ke titik2 yang bisa menggunakan modal dengan baik.. dari sinilah kita bisa melihat kembali “the invisible hand” a la Adam Smith..</p>
<p>Sistem ini juga secara natural akan menghasilkan “emergent behavior”. Market boom.. crash.. adalah properti intrinsik dari sistem ini. Tidak bisa lari. We should expect it to come.. time and again.. It is just natural. Bayangkan sebuah virus yang menyerang populasi sebuah binatang. Ekosistem binatang merupakan suatu sistem kompleks yang adaptive, sama seperti pasar. Karena “jaringan kedekatan geografris”, virus akan cepat menyebar sampai tinggal binatang yang bisa beradaptasi dengan si virus saja yang akan hidup, dan akan sejahtera dan berkembang lagi.. demikian seterusnya..</p>
<p>So, apa yang terjadi di jejaring kapitalisme global sekarang? Ingat “jaringan kredit” tadi? Alkisah, ada sekelompok agents (dalam hal ini bank2, hedge funds, dll) yang secara efektif meminjamkan modal kepada sekelompok agents lain yang disinyalir kemampuan kreditnya diragukan dalam bentuk subprime mortgage (semacam KPR). Rumah2 yang dibeli dijadikan agunan. Kemudian hari, pengambil kredit ini tidak bisa mengembalikan hutangnya (http://ihedge.wordpress.com/category/krisis/). Nilai dari aset2 yang didasari oleh pinjaman2 ini pun turun.. Dalam “jaringan kredit” ini, beberapa agents yang meminjamkan modal juga meminjam dari pihak lain.. Maka mulailah efek jaringan (efek domino) ini melanda.. Gagal bayar di salah satu agents menjadi gagal bayar agents lainnya juga. Agents2 lain yang tidak ada hubungan langsung dengan pinjaman subprime mortgage ini juga mendapatkan sinyal dari pasar bahwa kesehatan beberapa agents2 lain cukup lemah.</p>
<p>Ketika kondisi ini mencapai suatu level kritis, fenomena menarik terjadi (emergent behavior). Mereka yang biasanya memberi supply darah kapitalisme (”kredit”), dalam semangat menyelamatkan diri sendiri, memutuskan untuk tidak lagi memberi supply darah ke agent lain karena kawatir darahnya tidak akan berputar balik.. Maka terjadilah fenomena “credit squeeze”, jaringan2 kredit menjadi terputus.. Bayangkan suatu organisme di mana organ2nya tidak mendapat supply darah. Organ2 itu akan melemah, dan mungkin mati.</p>
<p>Di sisi lain, agents2 yang bermasalah ini juga merupakan titik2 penting dalam ”jaringan kepemilikan aset”. Ketika mereka harus mendapatkan modal untuk membiayai operasionalnya (darah untuk hidup), mereka terpaksa menjual aset2 yang mereka miliki untuk mendapat modal baru.. Ketika mereka menjual aset2 ini karena tidak ada pilihan lain, mereka akan menjual dengan berapapun harganya.. Maka turunlah harga-harga.. Tidak pandang bulu apakah aset2 itu ada hubungannya dengan subprime mortga atau tidak… Mereka menjual aset yang mereka miliki.. Melalui penurunan harga2, agent2 dalam jejaring ini mendapat sinyal dari pasar bahwa ada agents2 lain yang bermasalah.</p>
<p>Ketika penurunan harga2 aset2 ini mencapai suatu level kritis, fenomena lainnya terjadi.. Mereka yang memiliki aset2 menjadi tahu bahwa harga2 akan turun karena ada agent2 bermasalah yang harus menjual aset2nya. Agent2 mendapat masalah dan harus menjual asetnya karena: (a) harus membayar hutang ke kreditor2 mereka, (b) mendapatkan “margin call” dari broker mereka, atau (c) mendapatkan penarikan dana dari investor2 lain yang menanamkan modal kepadanya.. Akhirnya, behavior dari agent2 dalam jaringan “kepemilikan aset” ini tersinkronisasi. Sebagian besar tidak ingin membeli, karena tahu harga akan turun lebih dalam lagi… Harga benar2 turun, dan agent2 yang tadinya tidak bermasalah pun menjadi ikut2an bermasalah dan harus menjual asetnya.. dengan harga yang lebih murah lagi.. Terjadilah vicious cycle…</p>
<p>Ada satu hal lagi.. Dalam “jejaring kredit” tadi, tidak semua agents memutar uangnya dalam pasar modal. Sebagian, memutarnya dalam pasar real.. Ketika “jejaring kredit” terputus.. credit squeeze.. mereka tidak memiliki darah untuk memutar usahanya.. Masalah pun merambat ke pasar real: pasar barang dan jasa, dimulai dari sendi ekonomi di mana perusahaan2 yg terkena credit squeeze berada. Ketika suatu sendi ekonomi terpengaruh, maka ”jaringan ekonomi” pun akan terimbas. Masalah akan menjadi parah ketika sendi yang terkena adalah sendi perbankan. Kenapa? Karena sendi ini paling banyak jaringannya ke sendi2 lainnya. Sebagian dari jaring2 itu pasti akan terputus. Dan resesi ekonomi tak elak akan datang….</p>
<p>Balik lagi ke kasus Indonesia. Dari segi pasar modal, jelas jaringan2 titik Indonesia ke jejaring kapitalisme global cukup besar, terutama dari segi ”jaringan kepemilikan aset”. Banyak investor asing yang menanamkan modalnya di pasar modal Indonesia. Tak heran, ketika pasar global jatuh, Jakarta juga ikut turun, dan turun dengan drastis juga. Sebagian investor2 asing itu tak punya pilihan lain selain menjual asetnya di Jakarta. Sebagian lagi menjual karena tahu harga akan turun. Dari segi ”jaringan ekonomi”, Indonesia sepertinya tidak terlalu terhubung dengan pasar global, kecuali melalu sektor pertambangan. Dari segi “jaringan kredit”, Indonesia juga tidak terlalu terhubung. Beda dengan tahun 97an di mana banyak perusahaan Indonesia yang berhutang di luar negeri dalam bentuk dollar. Dari perspektif ini, saya cenderung percaya kalau Indonesia cukup lebih kokoh daripada tetangga2 kita ataupun banyak negara lain di dunia. Masalah pasar saham jatuh, itu hal yang natural.</p>
<p>Balik ke pertanyaan awal: kenapa BI menaikkan suku bunga ketika bank2 sentral lain menurunkan suku bunga? Yah, tanya sama dewan gubernur BI kali yah.. <img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Tapi menurut saya tindakan ini cukup rasional untuk saat ini. Dalam kondisi seperti sekarang, prioritas pertama adalah menjaga stabilitas rupiah. Kenapa? Karena rupiah cenderung melemah akhir2 ini, seiring dengan mata uang2 dunia lainnya. Kita tidak ingin, penurunan rupiah ini mencapai suatu level kritis di mana fenomena baru terjadi.. dan rupiah terjun bebas dengan akibta yang bisa mematikan beberapa sendi ekonomi Indonesia dan menghancurkan “jejaring ekonomi”. Untuk saat ini, lupakan dulu “pertumbuhan ekonomi”, yang penting jaga kestabilan “jejaring ekonomi” Indonesia.</p>
<p>Apa yang bisa dilakukan BI untuk menstabilkan rupiah? Paling tidak ada dua: (1) intervensi pasar modal dengan menjual dollar dan membeli rupiah dengan menggunakan devisa negara, atau (2) dengan menaikkan suku bunga.</p>
<p>Cara pertama adalah cara bunuh diri untuk kondisi seperti sekarang ini. Kenapa? Karena kekuatan pasar saat ini tidak akan mudah dilawan. Cadangan devisa Indonesia yang hanya sekitar beberapa miliar dollar AS bisa dibilang relatif kecil dalam takaran pasar uang. Selain itu, resiko dari strategi ini sangat besar karena senjata kita (cadangan devisa) akan semakin tumpul (semakin kecil) kalau dipakai. Ketika jumlah cadangan turun ke suatu level kritis di mana pasar tidak percaya metode ini akan berhasil, agents akan menyelamatkan diri sendiri, dan semakin melemahkah rupiah dalam proses itu. Rupiah akan jatuh, terjun bebas. Ingat jatuhnya poundsterling Inggris tahun 90an? Bank of England sepertinya lebih kokoh dari BI. Ia pun gagal mempertahankan mata uangnya. Ingat berapa miliar dolar yang dihabiskan Bank of Thailand untuk mempertahankan Thai Bath? Maka, jadikan devisa negara hanya sebagai “threat”, pakailah dengan sangat hati2.</p>
<p>Cara kedua lebih cantik. Apa yang terjadi ketika bank sentral suatu negara menaikkan suku bunga? Ada sekelompok investor/agents yang hidup dengan cara mencari tempat2 di jejaring ini yang memberikan bunga lebih tinggi. Agents2 ini, akan tertarik untuk menaruh modalnya ke negara tersebut sehingga menguatkan mata uang negara tersebut. Bila tindakan ini tidak bisa menarik agent2 seperti ini yang baru, paling tidak tindakan ini bisa mengurangi niat agent2 yang sudah di dalam untuk tidak pergi.</p>
<p>Dikutip dari [ihedge.wordpress.com]</p>
<div class='bookmarkify'><a name='bookmarkify'></a><div class='title' title='Use these links to share this page with others'>Bookmark Artikel:</div><div class='linkbuttons'><a href='http://del.icio.us/post?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html&amp;title=Dinamika Pasar, Krisis, Keputusan BI Menaikkan Suku Bunga' title='Save to del.icio.us' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[del.icio.us] ' /></a> <a href='http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html&amp;title=Dinamika Pasar, Krisis, Keputusan BI Menaikkan Suku Bunga' title='Digg It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Digg] ' /></a> <a href='http://faves.com/Authoring.aspx?u=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html&amp;t=Dinamika Pasar, Krisis, Keputusan BI Menaikkan Suku Bunga' title='Save to Faves' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/faves.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Faves] ' /></a> <a href='http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html&amp;title=Dinamika Pasar, Krisis, Keputusan BI Menaikkan Suku Bunga' title='Stumble It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[StumbleUpon] ' /></a> <a href='http://technorati.com/faves?add=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html' title='Add to my Technorati Favorites' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Technorati] ' /></a> <a href='http://twitter.com/home/?status=Dinamika Pasar, Krisis, Keputusan BI Menaikkan Suku Bunga+http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html' title='Save to Twitter' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Twitter] ' /></a>  <a title='See more bookmark and sharing options...' href='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html#bookmarkify' rel='nofollow'><small>More&nbsp;&raquo;</small></a></div></div>Incoming search terms for the article: <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="cara menaikkan dan menurunkan suku bunga dari bank central">cara menaikkan dan menurunkan suku bunga dari bank central</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="dinamika pasar modal di indonesia">dinamika pasar modal di indonesia</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="interaksi di pasar barang">interaksi di pasar barang</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="bi menaikkan dan menurunkan suku bunga">bi menaikkan dan menurunkan suku bunga</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="peluang dari menaikkan suku bunga">peluang dari menaikkan suku bunga</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="peluang menaikkan suku bunga">peluang menaikkan suku bunga</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="penyebab banyaknya uang yang beredar dan kaitannya dengan pasar modal">penyebab banyaknya uang yang beredar dan kaitannya dengan pasar modal</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="standar suku bunga efektif 11 sampai 24">standar suku bunga efektif 11 sampai 24</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="suku bunga">suku bunga</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html" title="teori dinamika pasar">teori dinamika pasar</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/dinamika-pasar-krisis-keputusan-bi-menaikkan-suku-bunga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyebab Resesi Amerika</title>
		<link>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html</link>
		<comments>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 08:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peluangbisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta  saya &#8221;menceritakan” secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan  di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang  sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba:
Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus  berkembang di semua sektor. Terutama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta  saya &#8221;menceritakan” secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan  di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang  sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba:</p>
<p style="text-align: justify;">Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus  berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba  sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap  tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan  direkturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau  tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang  mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya  harus terus naik dan labanya harus terus meningkat.<br />
<span id="more-210"></span>Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu  orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek  perusahaan mereka.
</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau  para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih  tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin  jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen)  yang kian banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana  dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau  cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi  cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal,  hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa  tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang  bisa untung, tapi kadang bisa rugi?</p>
<p style="text-align: justify;">Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target.  Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya.  Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO.  Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung  sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus  yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih  besar dari gaji Presiden George Bush . Mana bisa dengan gaji sebesar  itu masih stres?</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian  seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa  untuk terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan,  harus dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin  jalan baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja  jalannya orang lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak  dijual? Beli dengan cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya  hostile take over.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi  untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa  mendapat jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para  direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar  setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus  naik. Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar.  Politisi happy karena dapat dukungan atau sumber dana .</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan  kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli  kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan  kerasnya. Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin  maju lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau  tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau  Indonesia atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa  menjual barang apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya  cadangan devisa terbesar di dunia: USD 2 triliun!</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah lebih dari 60 tahun cara &#8221;membesarkan&#8217; &#8216; perusahaan seperti  itu dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi  kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi  penguasa dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, itu belum cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap  tidak cukup lagi: harus computerized!</p>
<p style="text-align: justify;">Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus  meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah  sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga  belum cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi  perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus  meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan  dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah,  harus diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah.  Demikian juga mobilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan  beli rumah?</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa  lebih besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar?  Bagaimana perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana  bank bisa lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana  perusahaan penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya,  semua perusahaan harus semakin besar?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada  1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut &#8221; Deregulasi Kontrol  Moneter &#8221;. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat  diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh  mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara  pasti. Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan,  asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang  dimanfaatkan perbankan secara nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Begini ceritanya:</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam  undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan  memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja  seperti KPR, meski tidak sama).</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh  ambil mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan  bulanannya ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan  bunga 6 persen setahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage.  Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan  properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat  dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan keluarnya &#8221;jalan baru&#8221; pada 1980 itu, terbuka peluang untuk  menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup.  Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif.  Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan.  Maka, ada lagi &#8221;jalan baru&#8221; yang dibuat pemerintah enam tahun  kemudian. Yakni, tahun 1986.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu  isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga  berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya  rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam  fasilitas itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan  yang luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti  di Swedia atau Denmark , gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen.  Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan  gratis. Hari tua juga terjamin.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat  drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun  berikutnya.  Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar  setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun- tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD  700 miliar setahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata &#8221;mortgage&#8221; berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis.  Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah.  Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah.  Rumah itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh  menempatinya selama cicilan Anda belum lunas.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet,  rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar  bahwa itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak  membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda  harus langsung pergi dari rumah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti  Lehman Brothers?</p>
<p style="text-align: justify;">Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya  karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh  &#8221;para pelaku bisnis keuangan&#8221; sebagai peluang untuk membesarkan  perusahaan dan meningkatkan laba.</p>
<p style="text-align: justify;">Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas  mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli  rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para  pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage- kan lagi  untuk membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli  rumah pun bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya  terus naik.  Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar , bank masih untung.  Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam  undang-undang perbankan yang keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan &#8221;bank  jenis lain&#8221; yang disebut investment banking.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah investment banking itu bank?</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan. Ia perusahaan keuangan yang &#8221;hanya mirip&#8221; bank. Ia lebih  bebas daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat  banyak hal: menerima macam-macam &#8221;deposito&#8221; dari para pemilik  uang, meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli  saham, menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private  placeman, dan apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa  melakukan apa yang orang tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers,  Bear Stern, dan banyak lagi adalah jenis investment banking itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi  pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan  dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam  kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment  banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang  dengan istilah &#8221;personal banking&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu  yang menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di  sana , saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit.  Biasanya saya tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih  itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu  saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau  menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada  dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk  memutar cash-flow.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu  hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage,  yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta  mortgage.</p>
<p style="text-align: justify;">Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan  oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup  seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke  atas. Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik  atau  turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah  lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600.  Bisa dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus  melakukan penghematan pengeluaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian  tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500  sudah ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar , rumah itu bisa  disita. Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi  dari nilai pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu  kurang dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit.  Rumah yang disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah.  Kian banyak orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun  harga, berarti nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai  pinjaman. Itu berarti kian banyak yang gagal bayar .</p>
<p style="text-align: justify;">Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula  menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang  lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi  itu menjaminkan ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang  lain ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu  roboh menimpa kartu lain. Roboh semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu?  Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5  triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana  APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana  itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar  lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau  menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan  sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh  bangsa dan negara Indonesia dijadikan satu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah  dan rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak  perusahaan dan orang Indonesia yang &#8221;menabung&#8221; &#8211; kan uangnya di  lembaga-lembaga investment banking yang kini lagi pada kesulitan  itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya  tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya  pada Singapura, Hongkong, atau Tiongkok.</p>
<p style="text-align: justify;">Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu  menjadi salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan  dunia.  Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan  sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang  tidak bisa dikirim secara besar-besaran ke sana . Kita, setidaknya,  masih bisa menanam jagung.(*)</p>
<p style="text-align: justify;">[Dikutip dari milis Tangan di Atas; Dikutip dari jawapos. Judul Asli: Kalau Langit Masih Kurang Tinggi. Oleh: Dahlan Iskan].</p>
<div class='bookmarkify'><a name='bookmarkify'></a><div class='title' title='Use these links to share this page with others'>Bookmark Artikel:</div><div class='linkbuttons'><a href='http://del.icio.us/post?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html&amp;title=Penyebab Resesi Amerika' title='Save to del.icio.us' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[del.icio.us] ' /></a> <a href='http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html&amp;title=Penyebab Resesi Amerika' title='Digg It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Digg] ' /></a> <a href='http://faves.com/Authoring.aspx?u=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html&amp;t=Penyebab Resesi Amerika' title='Save to Faves' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/faves.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Faves] ' /></a> <a href='http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html&amp;title=Penyebab Resesi Amerika' title='Stumble It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[StumbleUpon] ' /></a> <a href='http://technorati.com/faves?add=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html' title='Add to my Technorati Favorites' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Technorati] ' /></a> <a href='http://twitter.com/home/?status=Penyebab Resesi Amerika+http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html' title='Save to Twitter' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Twitter] ' /></a>  <a title='See more bookmark and sharing options...' href='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html#bookmarkify' rel='nofollow'><small>More&nbsp;&raquo;</small></a></div></div>Incoming search terms for the article: <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="alasan istilah hukum perusahaan tidak populer">alasan istilah hukum perusahaan tidak populer</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="hal yang dapat menyebabkan perusahaan rugi atau tutup">hal yang dapat menyebabkan perusahaan rugi atau tutup</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="peluang bisnis in dubai">peluang bisnis in dubai</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="soal-soal tentang deposito berjangka">soal-soal tentang deposito berjangka</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="resesi lehman brothers">resesi lehman brothers</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="resesi amerika">resesi amerika</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="penyebab resesi amerika">penyebab resesi amerika</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="penyebab mortgage">penyebab mortgage</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="hal yang menyebabkan perusahaan tv rugi atau tutup">hal yang menyebabkan perusahaan tv rugi atau tutup</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="syarat kredit perumahan di amerika">syarat kredit perumahan di amerika</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/penyebab-resesi-amerika.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Translate Menyediakan Penterjemahan Ke bahasa Indonesia</title>
		<link>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html</link>
		<comments>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 02:59:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peluangbisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Out Of Forex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu kejutan waktu tadi pagi saya menggunakan mesin pencari google, tidak seperti biasanya muncul tulisan [ Terjemahkan laman ini ] pada hasil pencarian yang menggunakan bahasa inggris. Setelah saya coba klik browser diarahkan ke halaman baru dan Jreng Jreng! Sekarang fasilitas penterjemahan ke bahasa indonesia sudah disediakan Google! Wow senang sekali rasanya.
Kita juga bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada satu kejutan waktu tadi pagi saya menggunakan mesin pencari google, tidak seperti biasanya muncul tulisan [ Terjemahkan laman ini ] pada hasil pencarian yang menggunakan bahasa inggris. Setelah saya coba klik browser diarahkan ke halaman baru dan Jreng Jreng! Sekarang fasilitas penterjemahan ke bahasa indonesia sudah disediakan Google! Wow senang sekali rasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita juga bisa menterjemahkan dari bahasa indonesia kepada bahasa lain yang disediakan google translator ini. Sungguh mengagumkan. Kalau begini bangsa indonesia bisa semakin maju karena bisa memahami bahasa utama dunia dengan menggunakan fasilitas google translate tool ini. Semoga banyak mendatangkan manfaat ke depannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-209"></span>Senang hati ini rasanya bahasa indonesia diperhitungkan juga di dunia. Ayo para webmaster semangat lagi dalam mengenalkan budaya indonesia ke seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">O iyah, anda bisa lihat contoh penterjemahan blog saya dari bahasa indonesia ke inggis: [ <a title="Terjemahan blog dari bahasa indonesia ke english" href="http://translate.google.co.id/translate?u=forex-trading-valas.blogspot.com&amp;hl=en&amp;ie=UTF-8&amp;sl=id&amp;tl=en" target="_blank">Translate this paga</a> ].</p>
<div class='bookmarkify'><a name='bookmarkify'></a><div class='title' title='Use these links to share this page with others'>Bookmark Artikel:</div><div class='linkbuttons'><a href='http://del.icio.us/post?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html&amp;title=Google Translate Menyediakan Penterjemahan Ke bahasa Indonesia' title='Save to del.icio.us' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[del.icio.us] ' /></a> <a href='http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html&amp;title=Google Translate Menyediakan Penterjemahan Ke bahasa Indonesia' title='Digg It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Digg] ' /></a> <a href='http://faves.com/Authoring.aspx?u=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html&amp;t=Google Translate Menyediakan Penterjemahan Ke bahasa Indonesia' title='Save to Faves' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/faves.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Faves] ' /></a> <a href='http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html&amp;title=Google Translate Menyediakan Penterjemahan Ke bahasa Indonesia' title='Stumble It!' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[StumbleUpon] ' /></a> <a href='http://technorati.com/faves?add=http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html' title='Add to my Technorati Favorites' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Technorati] ' /></a> <a href='http://twitter.com/home/?status=Google Translate Menyediakan Penterjemahan Ke bahasa Indonesia+http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html' title='Save to Twitter' onclick='target="_blank";' rel='nofollow'><img src='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png' style='width:16px; height:16px;' alt='[Twitter] ' /></a>  <a title='See more bookmark and sharing options...' href='http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html#bookmarkify' rel='nofollow'><small>More&nbsp;&raquo;</small></a></div></div>Incoming search terms for the article: <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html" title="blog yang menyediakan bahasa indonesia">blog yang menyediakan bahasa indonesia</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html" title="translate bahasa amerika">translate bahasa amerika</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html" title="penterjemahan">penterjemahan</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html" title="google translate indonesia amerika">google translate indonesia amerika</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html" title="google penterjemahan inggris ke indonesia">google penterjemahan inggris ke indonesia</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html" title="google penterjemahan">google penterjemahan</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html" title="gogle penterjemahan">gogle penterjemahan</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html" title="goegle penterjemahan">goegle penterjemahan</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html" title="cara penterjemahan bahasa">cara penterjemahan bahasa</a>, <a href="http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html" title="translator bahasa amerika">translator bahasa amerika</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluang-bisnis-dan-usaha.mencariuang.web.id/google-translate-menyediakan-penterjemahan-ke-bahasa-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
